Tapin – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Karhutla Siswa Sesko TNI menggelar sosialisasi kepada jajaran PT KIU di Desa Karangan Putih, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Senin (7/9).
Kegiatan itu dimaksudkan untuk membangun kesiapsiagaan semua pihak dalam mengantisipasi potensi karhutla, khususnya pada area kerja perusahaan yang rawan kebakaran.
Tim Sesko TNI yang tampil memimpin kegiatan dipimpin oleh Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI M. Hairil Lubis, M.A., serta didampingi Marsma TNI Syaid Haryana, Kolonel Laut (P) Choirul Arif, Kolonel Laut (P) Imam, Kolonel Inf Rahmat, dan Kolonel Inf Agus Rediyanto.
Rangkaian hadir yang mengikuti sosialisasi yakni Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, Pasi Intel Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Waluyo, Danramil 1010-04/Binuang Kapten Inf Hariadi, jajaran pejabat dan anggota PT KIU, Manajer PT KIU Sarwani, Senior Manajer Awi, Ketua Koperasi BMB Baihaki, Camat Binuang Aminah, Humas PT KIU Indra, serta Kapolsek Binuang Iptu Benitto Muhammad Topan, S.Tr.K., M.H.
Pada sosialisasi tersebut, Tim Karhutla Sesko TNI menekankan kepada tim kebakaran PT KIU bahwa penanganan karhutla menuntut kesiapsiagaan, kecepatan, ketepatan, dan sinergi antarlembaga.
Tim menggarisbawahi pentingnya peningkatan kesiapsiagaan personel dan kesiapan peralatan; setiap personel wajib memahami tugas dan tanggung jawab, sementara kendaraan pemadam, pompa, selang, sumber air, sarana komunikasi, dan perlengkapan pendukung lain harus dalam kondisi siap pakai.
Upaya pencegahan diberi prioritas, dengan patroli rutin direkomendasikan terutama pada wilayah berpotensi tinggi. Titik panas, lahan kering, dan kegiatan berisiko kebakaran harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Jika ditemui titik api, respons cepat menjadi penentu. Informasi kebakaran wajib segera dilaporkan dan diproses sesuai prosedur agar api tidak meluas.
Tim Sesko TNI juga mengimbau penguatan koordinasi antara tim kebakaran perusahaan dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mempercepat penanganan di lapangan.
Keselamatan personel dalam pemadaman juga ditekankan; perhatian pada arah angin, kondisi cuaca, medan, kualitas udara, jalur evakuasi, dan penggunaan perlengkapan keselamatan harus diutamakan.
Edukasi untuk masyarakat serta pekerja perlu ditingkatkan terus-menerus karena pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama mengingat potensi dampak terhadap lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan keselamatan publik.
Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra menyatakan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi ini dan menyebut kegiatan penting untuk menyelaraskan persepsi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak terhadap potensi karhutla di Kabupaten Tapin.
“Kami mengapresiasi Tim Karhutla Siswa Sesko TNI yang telah memberikan sosialisasi dan penekanan kepada jajaran PT KIU. Ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Kabupaten Tapin,” ujar Dandim.
Menurut Dandim, penanggulangan karhutla membutuhkan partisipasi banyak pihak. Sinergi antara perusahaan, TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat adalah kunci.
“Yang paling utama adalah pencegahan. Jangan sampai kita menunggu api membesar baru bergerak. Deteksi dini, pelaporan cepat dan tindakan segera harus menjadi pola dalam menghadapi setiap potensi kebakaran,” tegasnya.
Dandim juga meminta setiap perusahaan di Kabupaten Tapin, termasuk PT KIU, untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan karhutla selalu terjaga.
“Kami berharap PT KIU terus meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun peralatan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Apabila ditemukan titik api, segera laporkan dan lakukan penanganan secara terpadu. Jangan sampai api kecil menjadi bencana besar,” pungkasnya.
Harapan dari sosialisasi ini adalah terbentuknya kesadaran dan kesiapsiagaan bersama untuk mencegah dan menangani karhutla melalui sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat agar Kabupaten Tapin aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(1010).

