TAPIN – Permasalahan sampah di Pasar Keraton, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyapu atau mengangkut sampah; perubahan kebiasaan pedagang dan warga dalam pengelolaan sampah dianggap menentukan agar masalah lingkungan di area pusat kegiatan itu tidak terus berulang.
Kondisi itu mendorong digelarnya Karya Bakti Peduli Sampah oleh Kodim 1010/Tapin di Pasar Keraton Rantau, Jumat (4/9/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-81 TNI. Kegiatan yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat ini tidak hanya melakukan pembersihan pasar, tetapi juga berupaya meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra melalui Pasiter Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Ariadi menegaskan, persoalan sampah tidak akan tuntas apabila penanganannya hanya mengandalkan petugas kebersihan maupun kegiatan bersih-bersih yang dilakukan sesaat.
“Persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kepedulian dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Menurut Kapten Inf Ariadi, pasar memiliki potensi besar memproduksi sampah karena tingginya aktivitas harian masyarakat. Karena itu, pedagang dan pengunjung berkewajiban menjaga agar sampah yang sudah dibersihkan tidak kembali mengotori lokasi; kebersihan pasar harus menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya petugas kebersihan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada bersih-bersih saja. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran agar kebersihan dapat dijaga secara terus-menerus,” katanya.
Kehadiran TNI dan Polri bersama unsur pemerintah daerah di kegiatan tersebut juga memperkuat nilai gotong royong dalam menyelesaikan masalah lingkungan yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Pasar bersih turut memberi kenyamanan bagi pedagang dan warga yang beraktivitas setiap hari.
Dengan berakhirnya kegiatan Karya Bakti, diharapkan kesadaran menjaga kebersihan tetap terpelihara dan diwujudkan dalam rutinitas. Membuang sampah pada tempatnya serta pengelolaan bertanggung jawab disebut sebagai langkah sederhana penentu masa depan Pasar Keraton. (1010)

