KETAPANG – Kodim 1203/Ketapang terus mengintensifkan pembangunan infrastruktur Jembatan Perintis Garuda di Desa Kemuning Biutak, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Rabu (10/06/2026).
Dalam pelaksanaan di lapangan, Kodim 1203/Ktp didampingi tenaga teknis dari Zeni Daerah Militer (Zidam) selaku penanggung jawab teknis pekerjaan. Selain melakukan pengawasan, proyek strategis jembatan gantung yang memiliki bentangan 60 meter ini juga mendapatkan asistensi teknis langsung dari personel ahli Zidam guna memastikan kelaikan fisik bangunan. Saat ini, progres pengerjaan kumulatif telah menyentuh angka 56 persen.
Meskipun pengerjaan terus berjalan, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala teknis dan logistik yang cukup signifikan. Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan jalur darat menuju lokasi menjadi rusak dan berlubang sehingga menghambat pendorongan material utama.
Selain faktor jalan, tantangan geografis juga memperlambat ritme kerja karena proses lansir material harus dilakukan secara manual dengan menyeberangi sungai menggunakan sampan, yang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Hambatan ini diperparah oleh dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang memicu lonjakan harga material konstruksi serta membengkaknya biaya kompensasi angkut. Terakhir, keterlambatan pengiriman material besi angkur dari distributor turut berdampak pada tertundanya jadwal pengecoran tapak kaki jembatan.
Guna menyiasati berbagai kendala tersebut agar proyek tidak mengalami stagnasi, Kodim 1203/Ketapang bersama tim teknis Zidam mengambil beberapa langkah strategis.
Langkah awal yang dilakukan adalah mengoptimalkan koordinasi ketat dengan satuan atas guna memformulasikan skema percepatan distribusi logistik material.
Sambil menunggu logistik tiba, tim di lapangan terus melanjutkan pengerjaan pada sektor lain yang bisa digarap menggunakan material yang tersedia. Dengan metode efisiensi ini, ketika material utama tiba, personel tinggal melanjutkan proses perakitan tanpa membuang waktu. Selain itu, diambil pula kebijakan untuk mendatangkan material alam seperti batu belah dan batu split langsung dari wilayah Provinsi Kalimantan Tengah karena keterbatasan stok di daerah setempat.
Melalui upaya mitigasi yang cepat dan koordinasi lintas sektor ini, Kodim 1203/Ketapang optimistis pembangunan Jembatan Garuda dapat diselesaikan dengan kualitas terbaik demi menunjang konektivitas serta mobilitas warga.(1203).

