TAPIN – Untuk memperkuat kewaspadaan dini terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Tim Penyuluh Karhutla Markas Besar TNI menggelar anjangsana dan penyuluhan di Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Selasa (22/09).
Tim tersebut terdiri dari Kolonel Inf Wildan Bahtiar, Kolonel Czi Herry Wibowo, dan Kapten Arm Zaenal Fikri. Hadir mendampingi antara lain Camat Tapin Utara Ivada Chandra Sari, S.STP., M.M., Kapolsek Tapin Utara Ipda Budi Santoso, S.H., Babinsa Koramil 1010-01/Bungur Sertu Suwardi, seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Tapin Utara, perangkat desa, serta perwakilan warga yang antusias.
Kolonel Inf Wildan Bahtiar mengungkapkan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat lewat anjangsana adalah cara efektif untuk menyentuh sisi kemanusiaan dan meningkatkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan. “Kami datang bukan sekadar memberikan informasi, melainkan mempererat ikatan persaudaraan agar kita sama-sama berdiri tegak sebagai benteng pencegah api. Tidak ada yang lebih kuat daripada rakyat yang bersatu menjaga tanah airnya,” ujarnya.
Wildan menegaskan komitmen TNI untuk hadir dan bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kepala desa, serta warga, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga ke pelosok desa.
Penjelasan materi oleh Kolonel Czi Herry Wibowo memaparkan penyebab Karhutla dari kelalaian manusia hingga faktor alam, serta dampak yang muncul seperti kerusakan lingkungan, masalah kesehatan, dan kerugian ekonomi yang dirasakan masyarakat. “Memahami akar masalah adalah langkah awal menuju pencegahan yang tepat. Kita harus tahu apa yang menjadi penyebabnya, baru kita bisa menentukan cara terbaik mencegahnya,” ungkapnya.
Herry mengimbau para kepala desa untuk menjadi pionir penyuluhan di lingkungannya, menularkan kesadaran ke setiap rumah, mengingatkan warga tidak membakar lahan sembarangan, memastikan api benar-benar padam, dan melaporkan bila menemukan tanda kebakaran agar ditangani cepat.
Menurut Kolonel Inf Wildan Bahtiar, kesadaran masyarakat sendiri merupakan benteng paling kuat melawan Karhutla. “Saat setiap warga sadar dan bertindak menjaga lingkungannya, maka Karhutla tidak akan punya peluang untuk meluas. Kekuatan kita ada pada kebersamaan dan kepedulian yang nyata setiap harinya,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan hari itu memicu aksi nyata di lapangan sehingga Kecamatan Tapin Utara tetap aman, asri, dan terlindungi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Acara berlangsung hangat; peserta tidak hanya mendengarkan tetapi juga berdiskusi tentang kondisi wilayah mereka dan langkah kolektif yang bisa diambil. Semangat kebersamaan dinilai sebagai modal penting agar pencegahan Karhutla di Tapin Utara terus dijaga bersama-sama.(1010).

