BerandaKODIMKarhutla Binuang Berhasil Dipadamkan dalam 50 Menit, Koramil dan BPK Tetap Pantau...

Karhutla Binuang Berhasil Dipadamkan dalam 50 Menit, Koramil dan BPK Tetap Pantau Lokasi

TAPIN – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan secara terpadu oleh jajaran Kodim 1010/Tapin bersama unsur terkait. Pada Selasa (22/9), tim gabungan menangani kejadian Karhutla di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Shabah, Kecamatan Bungur, serta wilayah Kelurahan Binuang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.

Penanganan dilakukan dengan mengerahkan personel serta sarana pemadaman dari berbagai unsur. Kecepatan dalam merespons laporan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah api meluas ke area lainnya, mengingat kedua lokasi merupakan kawasan semak belukar yang relatif mudah terbakar.

Menerima informasi adanya kebakaran, Tim gabungan yang tersiri anggota Posko Damkar Kodim 1010/Tapin bersama BPBD, Posko Polsek Tapin Utara, serta Tim Relawan Kecamatan Bungur langsung melaksanakan upaya pemadaman di lokasi.

Dalam proses penanganan, dikerahkan tiga unit tim relawan/BPK dan BPBD serta satu unit tim Damkar Kodim 1010/Tapin. Personel di lapangan bekerja secara bersama-sama untuk melokalisasi kobaran api sekaligus mencegah api merambat ke bagian lahan lainnya.

Dari hasil penanganan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 1,5 hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun laporan adanya korban dalam kejadian tersebut.

Meskipun titik api telah berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Anggota Tim Damkar Kodim 1010/Tapin bersama Posko Polsek Tapin Utara melaksanakan pembasahan kembali pada titik-titik yang sebelumnya terbakar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api.

Pada hari yang sama, kejadian Karhutla juga terjadi di wilayah Kecamatan Binuang. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WITA di kawasan semak belukar Jalan SMA, Kelurahan Binuang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.

Dalam penanganan tersebut, anggota Koramil 1010-04/Binuang bersinergi dengan BPK Balantak, BPK Sapat, serta Tim Relawan Barata. Sebanyak dua unit tim BPK, yakni BPK Balantak dan BPK Sapat, dikerahkan untuk melaksanakan pemadaman.

Berkat respons cepat personel gabungan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.50 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,2 hektare atau kurang lebih seperlima hektare. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Setelah api dinyatakan padam, anggota Koramil Binuang bersama tim BPK dan relawan tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi. Monitoring dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya bara api akibat kondisi lahan yang masih berpotensi terbakar.

Pasi Ops Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Asep Abi menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan sinergi seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, BPK, relawan, hingga masyarakat.

“Yang paling penting dalam penanganan Karhutla adalah kecepatan dalam menerima informasi dan bergerak ke lokasi. Begitu ada laporan titik api, personel harus segera melakukan pengecekan dan penanganan agar kebakaran tidak meluas,” ujar Kapten Inf Asep Abi.

Ia menambahkan, pemadaman tidak hanya berhenti ketika kobaran api sudah terlihat padam. Proses pembasahan dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Setelah api padam, kita tetap melakukan pembasahan dan monitoring. Ini untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama pada lahan semak belukar yang masih menyimpan bara,” jelasnya.

Kapten Inf Asep Abi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas di sekitar lahan yang mudah terbakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat kepulan asap maupun titik api di wilayahnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan kepada aparat terdekat sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.

Hingga proses penanganan selesai, kondisi di kedua lokasi dalam keadaan terkendali dan titik api telah berhasil dipadamkan. Untuk penyebab kebakaran di Desa Shabah maupun wilayah Binuang, hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dalam pemantauan.

Kodim 1010/Tapin bersama jajaran Koramil akan terus memperkuat koordinasi dengan unsur terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Kesiapsiagaan personel, pemantauan wilayah, serta respons cepat terhadap setiap laporan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga setiap potensi Karhutla dapat segera ditangani sejak dini. Dengan demikian, dampak kebakaran terhadap lingkungan, masyarakat, maupun aktivitas di wilayah Kabupaten Tapin dapat diminimalkan.(1010).

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer