SIMEULUE – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Simeulue. Hal tersebut terlihat dalam proses percepatan pembangunan Jembatan Aramco yang berada di Desa Kota Batu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Rabu (24/06/2026).
Babinsa Koramil 01/Simeulue Timur Kodim 0115/Simeulue, Kopka Jufri, bersama masyarakat setempat terus terlibat aktif dalam berbagai tahapan pembangunan jembatan yang memiliki peran strategis bagi aktivitas warga. Kehadiran TNI di lokasi pembangunan tidak hanya sebagai bentuk dukungan tenaga, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
Pembangunan Jembatan Aramco menjadi salah satu prioritas karena keberadaannya sangat penting dalam menunjang mobilitas warga. Infrastruktur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah wilayah dan menjadi jalur vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial masyarakat.
Kopka Jufri mengatakan bahwa sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong percepatan pembangunan jembatan. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi modal penting untuk menyelesaikan pekerjaan secara lebih cepat dan efektif.
“Dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat, progres pembangunan Jembatan Aramco terus menunjukkan hasil yang positif. Saat ini pengerjaan terus kita kebut agar jembatan dapat segera difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan akses transportasi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selama ini, jembatan tersebut menjadi jalur utama yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Aramco sangat vital karena berfungsi sebagai penghubung antarwilayah yang memudahkan distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Selain itu, akses tersebut juga menjadi jalur yang digunakan pelajar menuju sekolah serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan publik.
“Jembatan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat desa dan sekitarnya. Selain sebagai penghubung antarwilayah, jembatan ini juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi anak-anak, serta penunjang utama roda perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Babinsa menegaskan bahwa TNI akan terus hadir bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Kehadiran aparat kewilayahan di lapangan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui semangat gotong royong, kami optimistis pembangunan ini dapat segera diselesaikan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan memperlancar aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut juga menunjukkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah kehidupan sosial warga Simeulue. Dengan dukungan semua pihak, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat segera rampung sehingga mobilitas masyarakat kembali normal dan aktivitas perekonomian dapat berjalan lebih lancar.
Melalui kolaborasi yang erat antara TNI dan masyarakat, pembangunan infrastruktur di wilayah tidak hanya berjalan lebih cepat, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah dan ketahanan wilayah.(0115).

