BerandaKODIMSosialisasi Antikarhutla Seskoad Sambangi Kecamatan Candi Laras Selatan dan Desa Sungai Rutas...

Sosialisasi Antikarhutla Seskoad Sambangi Kecamatan Candi Laras Selatan dan Desa Sungai Rutas Hulu

TAPIN – Untuk menumbuhkan kewaspadaan bersama terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan Seskoad melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin pada Kamis (05/11).

Acara kali ini dilangsungkan di dua titik berbeda agar informasi dapat dijangkau lebih luas, yakni Aula Kantor Kecamatan Candi Laras Selatan dan selanjutnya di Kantor Desa Sungai Rutas Hulu.

Rombongan Tim Pasis Seskoad dipimpin oleh Perwira Pendamping Kolonel Czi Agung Isa Rakhman, S.H.M.Tr.(Han), yang didampingi oleh Mayor Inf Afrida Cahya Satriaji, S.T. Han., Mayor Inf Dwi Agung Priambudi, S.T.Han., Mayor Arh Nugroho Budi Prasetyo, S.A.P., Mayor Cpl Proboseto Nanda Arito, S.S.T.Han., M.Si., Mayor CPM Wijoyono Kusuma, S.H., Mayor Inf Barcel Fainnaka, S.T.Han., serta Kompol Anisa Nimerorkena Imapuly, S.I.K. Turut hadir mendampingi kegiatan ini Danramil 1010-06/CLS, Kasi Trantib Kecamatan Candi Laras Selatan Hariydi, Kepala Desa Sungai Rutas, para Babinsa Koramil 1010-06/CLS, relawan BPK se-Kecamatan Candi Laras Selatan, serta warga masyarakat di kedua lokasi kegiatan.

Pada sambutan pembuka, Mayor Arh Nugroho Budi Prasetyo, S.A.P. menekankan bahwa penanggulangan Karhutla adalah bagian dari Operasi Militer Selain Perang yang dijalankan TNI untuk mendukung pemerintah daerah melindungi keselamatan warga dan lingkungan.

“Kita harus membuka mata lebar-lebar, bahwa Karhutla bukan sekadar soal lahan yang hangus terbakar. Dampaknya berantai dan sangat masif — ekosistem rusak, kabut asap mengancam kesehatan paru-paru setiap orang tanpa terkecuali, anak-anak tidak bisa belajar dengan tenang di sekolah, hingga aktivitas ekonomi warga terhenti dan merugi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa penempatan tim pada dua lokasi tersebut dimaksudkan agar semua lapisan masyarakat merasa didampingi dalam menghadapi bahaya kebakaran lahan. “Semakin banyak kita yang sadar dan peduli, semakin kuat benteng pertahanan wilayah kita dari bahaya api,” tegasnya.

Materi sosialisasi disampaikan secara komprehensif oleh Mayor Cpl Proboseto Nanda Arito, S.S.T.Han., yang memaparkan cara mengenali gejala awal kebakaran, tindakan penanggulangan dini yang aman bagi warga, serta prosedur pelaporan titik api kepada pihak berwenang.

“Satu titik api yang terabaikan bisa berkembang menjadi bencana besar yang sulit dikendalikan, itulah sebabnya pengetahuan tentang pencegahan dan langkah awal sangat penting dimiliki oleh setiap warga,” jelasnya.

Selain aspek teknis pencegahan, Proboseto juga mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi hukum atas pembakaran lahan yang disengaja, menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana.

“Jangan sampai niat yang dianggap sederhana justru berujung pada kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Lindungi keluarga dan lingkungan kita dengan cara yang benar, yaitu tidak membakar,” pesannya disambut antusiasme peserta yang terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung bersama tim.

Di samping penyuluhan, kegiatan ini memperkuat koordinasi antara Tim Seskoad, Kodim 1010/Tapin, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat sehingga penanganan bila terjadi Karhutla bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan mengurangi potensi kerugian.

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer