BerandaKOREMKenaikan Air di Cot Bayu Memaksa Tim Gabungan Siaga; Anak dan Lansia...

Kenaikan Air di Cot Bayu Memaksa Tim Gabungan Siaga; Anak dan Lansia Jadi Fokus Evakuasi

ACEH SELATAN – Permukaan air di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, kembali naik dan memasuki sejumlah rumah pada Minggu (01/11/2026) setelah sempat surut, memaksa TNI, BPBD, Polri, dan pihak terkait meningkatkan pengawasan dan bersiap melakukan evakuasi.

Koordinator Penanggulangan Darurat Bencana (PDB), Kapten Inf Ali Sadikin, menyebutkan bahwa situasi banjir di Cot Bayu masih berubah-ubah. Kondisi yang sempat membaik berubah ketika air naik kembali sehingga tindakan cepat diperlukan.

Menurut Kapten Inf Ali Sadikin, meski air sebelumnya surut dan keadaan membaik, kenaikan yang terjadi saat ini membuat mereka bersama Polri, BPBD, dan unsur terkait terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan keselamatan warga.

Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan itu menegaskan bahwa petugas selalu mengantisipasi perubahan situasi yang dapat terjadi dalam waktu singkat dan siap merespons setiap perkembangan.

Dia menegaskan prioritas evakuasi adalah anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memerlukan bantuan khusus, guna mengurangi risiko saat kondisi memburuk.

Di Desa Cot Bayu, genangan menutup akses jalan menuju desa sepanjang sekitar 500 meter dengan ketinggian air antara 20 hingga 60 sentimeter. Banjir mempengaruhi sekitar 30 rumah yang ditempati 30 kepala keluarga (KK) atau 120 jiwa, dengan ketinggian air di depan rumah sekitar 45 sentimeter.

Sebanyak 6 KK atau 37 jiwa telah mengungsi ke TPA Desa Cot Bayu dan ke rumah sanak saudara di lokasi yang lebih aman.

Banjir di Desa Lhok Raya menggenangi akses jalan sepanjang kurang lebih 200 meter dengan ketinggian 15 hingga 60 sentimeter. Ada 31 rumah yang dihuni 31 KK atau 109 jiwa terdampak, dengan genangan sekitar 60 sentimeter. Semua warga terdampak telah mengungsi ke tenda pengungsian Kompi 2 Brimob Pelopor 7 di Kecamatan Trumon Tengah.

Personel TNI dan BPBD terus mendampingi warga saat pemindahan ke lokasi aman, terutama mereka yang memerlukan bantuan. Kapten Inf Ali Sadikin mengimbau warga untuk tidak menganggap surutnya air sebagai berakhirnya ancaman banjir.

Di Desa Padang Harapan, kondisi dilaporkan membaik karena air telah surut dan tidak terdapat pengungsi, namun pemantauan tetap dilaksanakan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan kembali.

Diduga banjir di Trumon Tengah disebabkan oleh tingginya curah hujan di Aceh Tenggara yang memicu meluapnya aliran Sungai Gelombang, sehingga berdampak pada desa-desa di bantaran sungai.

Hingga saat ini, personel TNI, BPBD, dan unsur terkait masih melakukan pemantauan, pendataan, evakuasi, serta memberikan imbauan kepada masyarakat secara terus-menerus. Keselamatan warga menjadi prioritas di tengah kondisi banjir yang dapat berubah sewaktu-waktu.(Pr012).

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer