TAPIN – Kebakaran hutan dan lahan terjadi lagi di Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), Kabupaten Tapin pada Sabtu (17/10).
Area semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai luas sekitar dua hektare.
Operasi pemadaman melibatkan Posko BPBD Kabupaten Tapin, tim Posko Kecamatan CLS yang terdiri dari unsur TNI-Polri, relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) se-Kecamatan CLS, dan Manggala Agni.
Untuk mempercepat pemadaman, tim menurunkan tujuh unit mobil pemadam. Setelah api padam, petugas melakukan pembasahan pada titik-titik bekas kebakaran untuk mencegah kebakaran kembali muncul.
Pasiops Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Asep menyatakan keterlibatan TNI dalam penanganan karhutla merupakan wujud kepedulian terhadap keselamatan warga dan lingkungan serta bentuk sinergi dengan unsur terkait saat menghadapi kebakaran.
“Setiap kali terjadi karhutla, TNI siap membantu penanganan bersama BPBD, Polri, relawan, dan unsur lainnya sesuai kebutuhan serta koordinasi di lapangan. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, agar kebakaran dapat segera ditangani dan dampaknya tidak semakin meluas,” ujar Kapten Inf Asep.
Kapten Inf Asep menambahkan bahwa pembasahan ulang pada bekas titik kebakaran penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa yang bisa menyulut api lagi.
“Jangan sampai setelah api terlihat padam, ternyata masih ada bara yang dapat menyala kembali. Karena itu, pembasahan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi lebih aman,” tambahnya.
Tim melaporkan api telah padam tanpa korban jiwa. Sampai saat penanganan selesai, penyebab kebakaran belum diketahui.
Kodim 1010/Tapin menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, menghindari pembakaran lahan sembarangan, dan segera melapor jika menemukan titik api.
Upaya bersama diharapkan mampu meredam risiko kebakaran berulang khususnya di semak belukar yang rentan saat kondisi lingkungan mempermudah penyebaran api.(1010).

