TAPIN – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melibatkan kalangan pelajar melalui program penyuluhan yang dilaksanakan Tim Penyuluhan Karhutla Markas Besar TNI bersama Kodim 1010/Tapin pada Selasa (15/9/2026).
Acara tersebut terselenggara di Aula SMKN 1 Tapin Selatan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, dan diikuti oleh siswa, kepala sekolah, guru, personel Koramil 1010-03/Tapin Selatan serta Babinsa.
Menurut Ketua Tim Penyuluh, Kolonel Inf Wildan B., menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak sekolah penting supaya siswa dapat berperan aktif mencegah Karhutla di rumah dan lingkungan sekitar.
“Kalian bisa menjadi pelopor pencegahan Karhutla, dimulai dari hal sederhana. Jangan membakar sembarangan dan segera laporkan jika melihat adanya kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan api,” kata Wildan.
Wildan menegaskan peran TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang turut mendukung pemerintah dalam menangani ancaman yang mengancam keselamatan masyarakat, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Kapten Arm Zaenal Fikri, yang memaparkan penyebab Karhutla, langkah pencegahan, dampak kabut asap pada kesehatan, pengaruh terhadap lingkungan, serta sanksi hukum bagi yang melakukan pembakaran lahan.
Zaenal mengingatkan bahwa kebakaran kecil bisa berubah menjadi besar jika tidak cepat ditangani, sehingga peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu api membesar. Jangan menganggap pembakaran lahan sebagai hal biasa karena dampaknya bisa dirasakan banyak orang,” ujarnya.
Diharapkan, siswa yang menerima penyuluhan dapat menjadi agen informasi di keluarga dan komunitasnya untuk mencegah Karhutla.
Penyuluhan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama antara TNI, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan Kabupaten Tapin agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(1010).

