BerandaKOREMSinergi TNI, Ulama, dan Masyarakat Dinilai Penting untuk Memperkuat Kehidupan Sosial di...

Sinergi TNI, Ulama, dan Masyarakat Dinilai Penting untuk Memperkuat Kehidupan Sosial di Sawang

ACEH SELATAN – Kedekatan TNI dengan masyarakat tak selalu dibangun melalui kegiatan besar. Pertemuan sederhana, secangkir kopi, dan percakapan hangat bersama tokoh agama justru menjadi cara untuk merawat komunikasi sekaligus memperkuat kepercayaan di tengah masyarakat.

Semangat itulah yang dibawa jajaran Koramil 04/Sawang, Kodim 0107/Aceh Selatan, saat melakukan anjangsana ke Pondok Pesantren Darul Huda di Desa Sawang II, Kecamatan Sawang, Senin (14/9/2026).

Batituud Koramil 04/Sawang, Pelda Syafaruddin, bersama sejumlah anggota bertemu langsung dengan pimpinan Ponpes Darul Huda, Tengku Rasidi. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara aparat kewilayahan dengan kalangan ulama.

Bagi Koramil 04/Sawang, pesantren bukan sekadar tempat pendidikan keagamaan. Lembaga pendidikan tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kehidupan sosial masyarakat.

Pelda Syafaruddin menyampaikan, komunikasi dengan tokoh agama akan terus dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan TNI dengan seluruh komponen masyarakat.

“Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan. Kami ingin TNI selalu dekat dengan masyarakat, termasuk dengan para ulama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI, ulama, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.

Sementara itu, Tengku Rasidi menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, hubungan yang terjalin baik antara TNI dan tokoh agama dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga persatuan dan membina generasi muda.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini. Semoga komunikasi dan hubungan yang sudah terjalin dapat terus dipertahankan dan semakin erat,” katanya.

Anjangsana tersebut menunjukkan bahwa membangun kekuatan kewilayahan tidak hanya dilakukan melalui kehadiran aparat di tengah masyarakat, tetapi juga lewat komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian yang dibangun secara konsisten.(Pr012).

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer