BerandaKODIMEdukasi Karhutla oleh Sesko TNI Diadakan di Kutai Timur

Edukasi Karhutla oleh Sesko TNI Diadakan di Kutai Timur

KUTAI TIMUR – Siswa Dik Reg Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) mengadakan penyuluhan mengenai penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Timur pada Senin (31/8/2026).

Kegiatan dibuka dan dipimpin oleh Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H., M.Kn., yang didampingi Mayor Cke Tatang Endriawan, Mayor Cke Nurkholis, dan Kapten Cke Hemdi.

Peserta penyuluhan berasal dari Dik Reg Sesko TNI, antara lain Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol.; Kolonel Inf Gono Santosa; Kol Sus Jerry Krisdianto; Kolonel Laut (E) Wiedo Ananto, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla., M.Han.; Kolonel Arh Choirul Huda, M.I.Pol., M.Tr.(Han); Kolonel Laut (E) Junaedi, S.T., CFrA.; Kolonel Laut (P) Shodikin, M.Tr.Opsla.; dan Kolonel Laut (P) Agus Supriyo, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Tr.Opsla.

Rombongan penyuluh didampingi pula oleh Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, S.I.P., M.I.P.; Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Yunarko, S.T., M.Tr.Opsla.; Pasintel Kodim 0909/KTM Kapten Inf Eko; serta Pasi Pers Kodim 0909/KTM Kapten Cba Lilik.

Dalam arahannya, Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan tugas dari pimpinan TNI untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang berkaitan dengan ancaman Karhutla di wilayah tersebut.

“Dari paparan Bapak Dandim tadi, kita sudah mendapatkan gambaran mengenai kondisi wilayah, kendala di lapangan, kesiapan personel, serta upaya yang telah dilakukan dalam menangani Karhutla,” ujarnya.

Ia menilai Babinsa dan aparat kewilayahan telah bekerja dengan baik, tetapi perkembangan situasi menuntut adanya penekanan ulang dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai praktik pembukaan lahan yang melibatkan pembakaran.

“Kita pahami bahwa masyarakat memilih cara membakar karena dianggap lebih murah dan cepat. Namun, mereka juga perlu memahami bahwa apabila api tidak terkendali, dapat merembet dan menyebabkan Karhutla dengan dampak yang lebih luas,” jelasnya.

Brigjen TNI Ateng meminta agar penyampaian kepada masyarakat berlangsung menggunakan bahasa sederhana serta menyertakan alternatif cara membuka lahan yang aman dan sesuai ketentuan.

Soal bentuk pelaksanaan, ia mengingatkan agar sasaran ditetapkan tepat sehingga kegiatan menjadi efektif; tidak harus selalu berupa pertemuan formal, melainkan bisa menyesuaikan keadaan lapangan.

“Termasuk mendatangi kelompok masyarakat secara langsung dengan berkoordinasi bersama Babinsa dan aparat kewilayahan,” tambahnya.

Selain itu, ia menyinggung pentingnya pengoptimalan posko yang ada sebagai pusat koordinasi dan pemantauan untuk memudahkan deteksi dan penanganan isu Karhutla.

Usai sambutan, rangkaian acara berlanjut dengan foto bersama dan kegiatan penyuluhan penanggulangan Karhutla kepada warga setempat.

Di akhir kegiatan diharapkan terjalin sinergi lebih kuat antara TNI, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam pencegahan Karhutla serta meningkatnya kesadaran membuka lahan secara aman tanpa merusak lingkungan.(0909).

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer